• banner 2
  • banner

Selamat Datang di Website SMK PEMBANGUNAN BANDUNG BARAT. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK PEMBANGUNAN BANDUNG BARAT

NPSN : 69899323

Jl.Rawa Tampele No.045 Desa Sirnagalih, Kec.Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40564


info@smkpbb.sch.id

TLP : 0817-6030-500


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 66447
Pengunjung : 27677
Hari ini : 21
Hits hari ini : 51
Member Online : 0
IP : 100.24.113.182
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Guru pada SMK PPB Cipongkor




oleh Ami Yuliani, S.Pd.

Untuk mencegah pandemi Covid-19, Mulai 16 Maret 2020 pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran daring disekolah-sekolah daerah seperti di sekolah kami (SMK PBB Cipongkor)?

 

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari corona virus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 kini sedang menjadi topik primadona di masyarakat bahkan dibelahan dunia,media elektronik sudah menyampaikan pemberitaan dampak dari virus corona bahkan pemerintah sudah memberikan banyak himbauan diantaranya; selalu berada dirumah jika tidak ada keperluan mendesak,pake masker dan jauhi massa yang berkerumun kemudian jaga jarak,jaga kesehatan dan  selalu cuci tangan jika habis bebergian. Virus Corona Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sehingga WHO pada tanggal 11 Maret 2020 menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

 

Dari beberapa himbauan diatas berdampak pada pendidikan yaitu dengan adanya himbauan mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah  membuat metode pembelajan secara daring yaitu pertanggal 16 maret 2020. Tentunya itu juga berdampak pada sekolah kami SMK Pembangunan Bandung Barat yang dikepalai oleh, DR.Rusdan,MM.PD. Beliau mengimbau untuk peserta didik belajar dirumah secara daring dan untuk setiap guru mapel membuat materi pembelajaran dari rumah masing-masing dengan selalu menerapkan protocol kesehatan

Namun dengan pertimbangan banyak hal pastinya banyak dari orangtua siswa mempertanyakan bagaimana bisa belajar dari rumah sedangkan di sekolahpun anak mereka susah untuk pergi kesekolah maka dari itu kepala sekolah diawal pembelajaran dari rumah maka diberikan dulu surat edaran atau imbauan  kepada seluruh orang tua murid

Isi imbauan  kepala sekolah diantaranya menyampaikan bagaimana ganasnya atau dampaknya dari  “bahwa Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian”oleh karena itu peserta didik di imbau untuk selalu berada dirumah.

Dari kesimpulan pengarahan tadi disampaikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara daring yaitu dengan cara peserta didik ikut whatsAPP grup yang sudah disiapkan oleh masing-masing wali kelasnya dari sana semua informasi yang bekaitan dengan pelajaran maka akan disampaikan lewat whatsAPP grup

Sesuai anjuran pemerintah juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait surat Edaran nomor 4 tahun 2020 Pelaksanaan Kebijakan  Pendidikan dalam masa pandemi covid-19 Darurat penyebaran virus Corona.pembelajaran daring merupakan merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung melainkan melaui online yang menggunakan jaringan.ini sangat berpengaruh pada pembejaran.Banyak peserta didik mengeluh karana kurangnya sarana untuk menunjang pembelajaran secara daring berbagai alasan disampaikan peserta didik. Mulai belum punya hp android,tidak punya kuota dan jaringan kurang memadai.namun dengan segala keterbatasan kita harus belajar dengan terbata-bata pembelajaran di SMK PBB berlangsung begitu saja dengan segala ketepaksaan peserta didik melaluinya walau banyak rintangan dan hanya 85% mengikuti pembelajaran di awal yang lainnya tetap dengan alasan tidak punya kuota untuk belajar daring.

Seiring pembelajaran daring berlangsung peserta didik mulai kelihatan jenuh begitupun dengan guru mapel ingin segera masuk sekolah, ternyata masuk sekolah lebih menyenangkan dibanding pembelajaran secara daring. Dikarenakan masuk sekolah belum bisa terlaksana jadi pembelajarang daring harus lebih di buat lebih kreatif itu himabuan dari kepala Sekolah SMK PBB, DR.Rusdan, MM,PD. Beliau mengajak pembelajaran harus lebih kreatif diantaranya memakai Wekiddo,zoom meeting,geogel class room, buat power point  dan banyak lagi pembelajaran tidak harus terfokus pada buku paket tetapi juga memakai media lainnya supaya lebih berwarna penugasan kegiatan dirumah lebih kreatif dan mandiri secara pembelajaran menggunakan internet apalagi ada sumber bantuan pemerintah terkait kuota belajar.

Jadikan juga kegiatan mereka dirumah jadi sebuah pembelajaran juga,mereka bekerja membantu orang tua, buat pembuktiannya dan selalu mengisi daftar hadir di geogle class room dan whatsApp. laporan peserta didik selalu belajar walaupun dirumah asal ada kegiatan selama pandemi covid -19 selalu terpantau guru mapel, wali kelas begitupun kepala sekolah..

.

Dari beberapa kendala pembelajaran  diatas dan kepala sekolah tak henti memberikan solusi  alternatif yang ditawarkan  permasalahan sedikit berkurang namun tetap jika pembelajaran secara daring selalu terbentur pada kuotakarena kuota dari pemerintah kuarng memadai untuk didaerah kami jaringan internet,orang tua sisiwa banyak mengeluh tidak sanggup lama untuk pembelajaran secara daring. Apalagi sekolah kami berada di daerah dimana metabenenya bukan orang yang berasal dari dunia pendidikan semua mereka banyak yang kurang respon pada dunia pendidikan mereka lebih beranggapan sekolah libur , ini sering disampaikan peserta didik mau mengikuti pembelajaran secara zoom tapi tidak bisa lama dan kadang tak ada kuota, karena orangtua mereka belum paham sebetulnya bagaimana anak belajar secara online.

Mungkin permasalahan ini hanya terjadi di daerah kami ternyata juga ramai diberbagai sekolah dan media lainnya  ternyata ada sedikit terbantu jika sekolah sudah SMK peserta didik tidak harus selalu belajar dibantu orang tuanya karena sudah bisa mandiri berbeda dengan anak-anak SD, banyak orangtua mengeluh dikarenakan mereka harus ikut belajar tanpa bantuan orangtua mereka tidak mau belajar tanpa bantuan orangtua.

Orangtua banyak yang mengeluh mereka lebih baik anak mereka masuk sekolah seperti biasa. Ada hikmah dibalik kejadian ini mereka tidak menganggap gampang ternyata untuk mendidik anak apalagi harus setiap hari merasa bosan jenuh dan tidak sabar menghadapi ulah mereka yang terkadang sulit diatur.Banyak pengalaman mereka tulis di media sosial bahkan sampai ada yang marah-,marah ketika kesabaran tidak bisa direndam, terjadi juga pada anak SMK anak minta uang untuk beli kuota mereka merasa anak hanya untuk permaianan belaka padahal tidak semua anak, mereka butuh untuk sarana penunjang belajar secara daring semoga permasalahan ini cepat terselesaikan.

Berbagai  permasalahan mencuat tapi tidak mengurangi sisi positif dari covid-19, disini ada beberapa temuan yang bisa saya simpulkan diantanya:

  1. Kesadaran orangtua dalam mendidik anak tidak semudah yang mereka bayangkan

2.Kesadaran peserta didik ternyata pergi kesekolah lebih menyenangkan dibanding harus selalu berada dirumah, rasa saling membutuhkan satu sama lain terasa disini.

3.Kebutuhan pembelajaran menggunaka IT memang sangat berpengaruh secara tidak langsung,guru maupun peserta didik merasa penggunaka teknologi dalam pembelajaran sangat terbantu dengan adanya teknologi pembelajaran secara daring bisa terlaksana.

  1. Tanpa disadari teknologi mulai mereka kuasai

Mari kita berdoa semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi langsung tidak ada jarak diantara kita, saling merindukan dan saling merasa saling membutuhka satu sama lain.pembelajaran lebih bermakna saling menyadari kita butuh teman,kita butuh bercengkrama ,berlalulah korona biarkan kami berjalan semestinya tanpa ada kehadiran virus Corona semoga doa kita terkabulkan. Aamiin Ya Rabbal’alamin.

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas